Revitalisasi Ruang Hijau di Jantung Kebayoran Baru
Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi Jakarta tengah melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap dua ruang terbuka hijau ikonik di Jakarta Selatan. Taman Ayodya dan Taman Langsat kini diarahkan menjadi satu kawasan terpadu bernama Taman Bendera Pusaka.
Revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jakarta memperkuat fungsi ruang terbuka hijau (RTH) sebagai paru-paru kota, ruang interaksi sosial, sekaligus landmark baru ibu kota.
Pantauan di lokasi menunjukkan proses pembangunan masih berlangsung. Area taman masih tertutup seng putih, menandakan kawasan tersebut belum dibuka untuk publik.
Jembatan Merah Jadi Ikon Baru Kawasan
Salah satu elemen paling mencolok dari proyek ini adalah pembangunan jembatan penghubung berwarna merah yang melintang di atas Jalan Barito I. Jembatan tersebut menghubungkan langsung Taman Ayodya dan Taman Langsat.
Warna merah yang dominan dipilih sebagai simbol keberanian dan nasionalisme, selaras dengan konsep Taman Bendera Pusaka. Secara fisik, jembatan sudah dapat dilalui, namun belum dioperasikan secara resmi.
Para pekerja tampak masih memoles struktur jembatan, memastikan aspek keselamatan dan estetika terpenuhi sebelum dibuka untuk umum.
Aktivitas Pekerja Masih Padat
Di dalam area taman, belasan pekerja terlihat aktif menyelesaikan berbagai detail pembangunan. Sebagian pekerja mencangkul dan mengeruk tanah untuk penataan lanskap.
Pekerja lain terlihat melakukan pengelasan dan penyempurnaan struktur jembatan. Aktivitas ini menunjukkan bahwa proyek telah memasuki tahap akhir, meski masih memerlukan waktu sebelum benar-benar rampung.
Suasana di lokasi mencerminkan proses transformasi ruang kota yang sedang berlangsung.
Kawasan Terpadu Tiga Taman Legendaris
Taman Bendera Pusaka tidak hanya menggabungkan Taman Ayodya dan Taman Langsat. Proyek ini juga dirancang untuk mengintegrasikan Taman Leuser.
Ketiga taman tersebut dikenal sebagai taman legendaris di kawasan Kebayoran Baru. Selama bertahun-tahun, masing-masing taman berdiri sendiri dengan fungsi dan karakter berbeda.
Melalui revitalisasi ini, Pemprov Jakarta ingin menciptakan satu kawasan hijau terpadu yang lebih luas, nyaman, dan fungsional bagi masyarakat.
Dimulai Sejak 2025
Pembangunan Taman Bendera Pusaka telah dimulai sejak 2025. Proyek ini menjadi bagian dari agenda penataan kota yang menitikberatkan pada keberlanjutan dan kualitas hidup warga.
Pemprov Jakarta menilai kawasan Kebayoran Baru memiliki potensi besar sebagai contoh pengembangan RTH modern yang tetap menghormati nilai historis.
Dengan revitalisasi ini, ruang hijau tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan refleksi sejarah.
Makna Nama Taman Bendera Pusaka
Penamaan Taman Bendera Pusaka bukan tanpa alasan. Konsep taman ini diharapkan membawa nilai kebangsaan dan sejarah perjuangan Indonesia ke dalam ruang publik.
Bendera pusaka menjadi simbol persatuan, identitas nasional, dan penghormatan terhadap sejarah. Nilai-nilai tersebut ingin dihadirkan dalam desain, elemen visual, dan fungsi taman.
Dengan demikian, taman ini diharapkan memiliki karakter yang kuat dan berbeda dari taman kota lainnya.
Fungsi Sosial dan Ekologis
Sebagai ruang terbuka hijau terpadu, Taman Bendera Pusaka diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan warga kota. Dari sisi ekologis, taman ini berperan sebagai penyerap air hujan dan pengurang polusi udara.
Dari sisi sosial, kawasan ini dirancang sebagai ruang berkumpul, berolahraga, dan berinteraksi lintas usia. Jalur pedestrian yang terhubung antar taman memungkinkan pengunjung menikmati kawasan secara menyeluruh.
Pemprov Jakarta berharap taman ini dapat menjadi ruang publik yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Ikon Baru Jakarta Selatan
Dengan konsep terpadu dan jembatan ikonik, Taman Bendera Pusaka diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru Jakarta Selatan. Keberadaan taman ini diharapkan meningkatkan kualitas kawasan Kebayoran Baru.
Selain itu, taman ini berpotensi menjadi destinasi wisata kota, baik bagi warga Jakarta maupun wisatawan. Keindahan lanskap dan nilai simbolik diharapkan menjadi daya tarik tersendiri.
Revitalisasi ini juga dinilai dapat meningkatkan nilai lingkungan dan sosial di sekitar kawasan.
Harapan Warga dan Pemerintah
Warga sekitar menyambut positif revitalisasi ini, meski berharap proses pembangunan dapat segera selesai agar taman bisa kembali diakses publik.
Pemprov Jakarta sendiri menargetkan taman ini menjadi contoh penataan RTH modern yang berkelanjutan. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain.
Kolaborasi antara desain, fungsi ekologis, dan nilai sejarah menjadi kunci utama proyek ini.
Menuju Pembukaan untuk Umum
Meski belum ada jadwal resmi pembukaan, progres pembangunan menunjukkan bahwa tahap akhir sedang dikejar. Penyempurnaan jembatan dan lanskap menjadi fokus utama saat ini.
Setelah rampung, Taman Bendera Pusaka diharapkan langsung menjadi magnet baru bagi aktivitas warga.
Kawasan ini akan menjadi ruang hijau terpadu yang merepresentasikan wajah baru Jakarta.
Penutup
Revitalisasi Taman Ayodya dan Taman Langsat menjadi Taman Bendera Pusaka menandai langkah penting Pemprov Jakarta dalam menata ruang terbuka hijau. Proyek ini tidak sekadar mempercantik kota, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang sarat makna sejarah dan kebangsaan.
Dengan integrasi tiga taman legendaris dan jembatan ikonik sebagai penghubung, Taman Bendera Pusaka diproyeksikan menjadi ikon baru Jakarta Selatan. Kehadirannya diharapkan memperkuat kualitas hidup warga sekaligus memperkaya identitas ruang kota Jakarta.
Baca Juga : Kajati Sulsel Bongkar Modus Jaksa Gadungan Urus Korupsi
Cek Juga Artikel Dari Platform : festajunina

