Sekolah Terendam Banjir, Siswa SD Demak Belajar Darurat
Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kembali memberi dampak serius terhadap aktivitas masyarakat. Tidak hanya merendam permukiman warga, genangan air juga mengganggu sektor pendidikan. Salah satu sekolah dasar di Kecamatan Sayung terpaksa menjalankan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi darurat akibat hampir seluruh ruang kelas terendam air.
SD Negeri 1 Sayung menjadi gambaran nyata bagaimana dunia pendidikan harus beradaptasi di tengah bencana berkepanjangan. Meski bangunan sekolah tergenang, proses pembelajaran tetap diupayakan agar anak-anak tidak kehilangan hak belajar mereka.
Situasi ini muncul setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah pesisir Demak dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut semakin parah karena bersamaan dengan naiknya air rob dari laut, sehingga air yang masuk ke kawasan sekolah tidak dapat mengalir keluar dengan normal.
Ruang Kelas dan Kantor Guru Terendam
Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 1 Sayung, Sudiro, menjelaskan bahwa hampir seluruh area sekolah terendam banjir. Genangan air tidak hanya menutup halaman sekolah, tetapi juga masuk ke ruang kelas dan kantor guru.
Menurutnya, terdapat sekitar sepuluh ruang kelas yang terendam, membuat kegiatan belajar tidak memungkinkan dilakukan di ruangan utama sekolah. Bahkan, halaman yang sebelumnya telah ditinggikan puluhan sentimeter tetap tidak mampu menahan air yang datang dari berbagai arah.
Ketinggian air di lingkungan sekolah mencapai sedengkul orang dewasa, sehingga aktivitas sekolah menjadi sangat terbatas. Meja, kursi, serta perlengkapan belajar sebagian harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kerusakan.
Pembelajaran Tetap Berjalan dengan Penyesuaian
Meski kondisi sekolah tidak ideal, pihak sekolah memilih untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan sejumlah penyesuaian. Langkah ini diambil demi menjaga keberlangsungan pendidikan para siswa.
Sebagai solusi sementara, kegiatan belajar dialihkan ke ruangan yang relatif lebih aman, seperti musala sekolah dan ruang UKS. Ruangan-ruangan tersebut dimanfaatkan secara bergantian agar seluruh siswa tetap bisa mengikuti pelajaran.
Para guru mengatur jadwal belajar secara fleksibel. Proses pembelajaran dibuat lebih sederhana dengan fokus pada materi inti, menyesuaikan keterbatasan ruang dan fasilitas.
Upaya ini dilakukan agar anak-anak tetap memiliki rutinitas belajar, meskipun harus berada di lingkungan yang jauh dari kata nyaman.
Banjir Berlangsung Berbulan-bulan
Sudiro mengungkapkan bahwa banjir di wilayah sekolah bukanlah kejadian baru. Genangan air sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, dengan kondisi yang naik-turun tergantung cuaca dan pasang laut.
Pada beberapa waktu, air sempat surut sehingga sekolah dapat kembali digunakan. Namun, setiap kali hujan deras turun, genangan kembali muncul dan bertahan lebih lama karena terhambat air rob.
Kombinasi antara curah hujan tinggi dan rob membuat air sulit keluar dari kawasan sekolah. Hal ini menyebabkan aktivitas belajar kerap terganggu dan memerlukan penyesuaian terus-menerus.
Pompa Air Belum Mampu Atasi Masalah
Pemerintah daerah sempat menyalurkan bantuan berupa pompa penyedot air untuk membantu mengurangi genangan. Namun, kapasitas pompa tersebut dinilai masih belum mencukupi untuk mengatasi volume air yang besar.
Air yang masuk ke area sekolah berasal dari berbagai arah, sehingga meskipun dipompa, genangan cepat kembali naik ketika hujan atau rob datang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan darurat saja belum cukup. Dibutuhkan solusi jangka panjang agar sekolah dapat beroperasi secara normal tanpa terus dihantui banjir.
Dampak Psikologis bagi Siswa
Belajar di tengah banjir bukan hanya persoalan fasilitas, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis siswa. Anak-anak harus berjalan melewati genangan air, menggunakan alas kaki seadanya, bahkan sebagian datang ke sekolah dengan pakaian basah.
Situasi tersebut dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan kenyamanan siswa. Namun, semangat anak-anak untuk tetap hadir ke sekolah menjadi pemandangan yang menyentuh.
Para guru berusaha menciptakan suasana belajar yang lebih santai agar siswa tidak merasa tertekan. Aktivitas pembelajaran juga diselingi dengan edukasi kebencanaan agar anak-anak memahami kondisi lingkungan mereka.
Tantangan Pendidikan di Wilayah Pesisir
Kasus SD Negeri 1 Sayung mencerminkan tantangan besar pendidikan di wilayah pesisir. Ancaman banjir rob yang terjadi berulang kali membuat sekolah-sekolah di kawasan ini berada dalam kondisi rentan.
Selain kerusakan bangunan, risiko kesehatan juga menjadi perhatian, mengingat air banjir dapat membawa lumpur dan kotoran yang berpotensi menimbulkan penyakit.
Kondisi ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun pusat, agar akses pendidikan tetap terjamin meskipun berada di wilayah rawan bencana.
Harapan Akan Solusi Jangka Panjang
Pihak sekolah berharap adanya solusi permanen untuk mengatasi persoalan banjir, seperti pembangunan sistem drainase yang lebih baik, peninggian kawasan sekolah, hingga penataan wilayah pesisir secara menyeluruh.
Selain itu, diperlukan dukungan sarana belajar darurat yang lebih layak, agar proses pendidikan tidak selalu berjalan dalam keterbatasan.
Pendidikan menjadi fondasi penting bagi masa depan anak-anak. Oleh karena itu, keberlanjutan pembelajaran di daerah rawan banjir perlu mendapat perhatian khusus agar kesenjangan pendidikan tidak semakin melebar.
Keteguhan Guru dan Siswa di Tengah Bencana
Di balik kondisi yang sulit, semangat para guru dan siswa patut diapresiasi. Mereka tetap berupaya menjalankan proses belajar mengajar meskipun dikelilingi air dan keterbatasan.
Situasi ini menjadi cerminan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas, bahkan di tengah bencana alam yang berkepanjangan.
Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi perhatian bersama agar ke depan sekolah-sekolah di daerah terdampak banjir mendapatkan perlindungan dan solusi yang lebih nyata.
Baca Juga : Prabowo ke Inggris Perkuat Kerja Sama Kapal Nelayan
Cek Juga Artikel Dari Platform : faktagosip

