Meksiko Tolak Ekstradisi Maduro dan Intervensi AS
Presiden Claudia Sheinbaum kembali menegaskan sikap tegas pemerintahannya dalam menolak segala bentuk intervensi asing, baik yang menyasar Venezuela maupun wilayah Meksiko sendiri. Penegasan itu disampaikan pada Senin, 5 Januari 2026, menyusul operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
“Kami secara tegas menolak intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya. Pernyataan tersebut menggemakan sikap resmi yang telah ia sampaikan beberapa hari sebelumnya, sekaligus menegaskan konsistensi kebijakan luar negeri Meksiko sejak ia mulai menjabat pada 2024.
Sheinbaum menegaskan bahwa Meksiko adalah negara berdaulat yang menjunjung tinggi prinsip non-intervensi sebagaimana diamanatkan konstitusi. Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi fondasi hubungan luar negeri Meksiko, termasuk dalam menyikapi dinamika geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Amerika Latin.
Kerja Sama Ya, Intervensi Tidak
Dalam pernyataannya, Sheinbaum menggarisbawahi bahwa penolakan terhadap intervensi tidak berarti menutup pintu kerja sama. Pemerintah Meksiko, kata dia, tetap menjalin hubungan dan koordinasi dengan Washington, khususnya dalam isu perdagangan narkotika lintas negara dan keamanan regional.
Namun, Sheinbaum menolak keras pernyataan dan insinuasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali membuka kemungkinan aksi militer di wilayah Meksiko untuk memerangi kartel narkoba.
“Perlu ditegaskan bahwa di Meksiko, kedaulatan berada di tangan rakyat. Kami adalah negara yang bebas dan berdaulat, terbuka untuk kerja sama, tetapi menolak subordinasi maupun intervensi,” tegas Sheinbaum, dikutip dari AsiaOne.
Menurutnya, kerja sama internasional harus dibangun atas dasar kesetaraan dan saling menghormati, bukan melalui tekanan militer atau ancaman sepihak yang berpotensi melanggar hukum internasional.
Respons atas Wacana Aksi Militer AS
Trump selama bertahun-tahun kerap menyuarakan pandangan bahwa tindakan militer mungkin diperlukan untuk menghadapi kartel narkoba yang beroperasi di Meksiko. Pada akhir pekan lalu, ia kembali mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat “harus melakukan sesuatu” untuk menghentikan aliran narkotika dari negara tetangganya itu.
Menanggapi hal tersebut, Sheinbaum menyatakan ia tidak melihat kemungkinan intervensi militer Amerika Serikat benar-benar akan terjadi. Meski demikian, ia mengakui bahwa isu tersebut beberapa kali muncul dalam percakapan langsung antara dirinya dan Trump.
“Saya tidak percaya akan ada invasi; saya bahkan tidak berpikir itu sesuatu yang benar-benar mereka pertimbangkan dengan serius,” ujar Sheinbaum.
Ia menambahkan bahwa dalam beberapa kesempatan, Trump bersikeras agar tentara Amerika Serikat diizinkan masuk ke Meksiko. Namun, pemerintah Meksiko dengan tegas menolak permintaan tersebut.
“Kami mengatakan tidak, pertama karena kami membela kedaulatan kami, dan kedua karena itu tidak diperlukan,” lanjutnya.
Kartel Narkoba dan Status Teroris
Tak lama setelah kembali menjabat sebagai presiden, pemerintahan Trump menetapkan Kartel Sinaloa dan sejumlah kelompok narkoba lainnya di Meksiko sebagai organisasi teroris. Keputusan ini menghidupkan kembali wacana lama yang sempat dibatalkan pada 2019 atas permintaan Presiden Meksiko saat itu, Andres Manuel Lopez Obrador.
Langkah tersebut memicu kekhawatiran di Meksiko dan kawasan Amerika Latin, karena penetapan organisasi teroris kerap digunakan sebagai dasar hukum bagi operasi militer lintas batas. Banyak pihak menilai kebijakan itu berpotensi membuka jalan bagi intervensi sepihak Amerika Serikat.
Pada Agustus lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bahkan menyatakan bahwa pemerintahannya tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menindak kartel narkoba.
Sikap Tegas terhadap Venezuela
Selain menolak intervensi di wilayahnya sendiri, Sheinbaum juga menegaskan penolakan Meksiko terhadap upaya mengekstradisi Nicolas Maduro. Menurutnya, kasus Venezuela harus diselesaikan melalui mekanisme diplomatik dan hukum internasional, bukan melalui tekanan militer atau penangkapan sepihak.
Pemerintah Meksiko menilai stabilitas kawasan Amerika Latin hanya dapat terjaga jika negara-negara saling menghormati kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri pihak lain. Sikap ini menempatkan Meksiko sebagai salah satu suara utama di kawasan yang menentang pendekatan koersif dalam penyelesaian konflik politik.
Konsistensi Kebijakan Luar Negeri Meksiko
Pernyataan Sheinbaum menegaskan kesinambungan kebijakan luar negeri Meksiko yang menolak intervensi sejak beberapa dekade terakhir. Prinsip tersebut tertuang dalam doktrin diplomasi Meksiko dan kerap menjadi rujukan dalam menyikapi konflik internasional.
Di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, Meksiko berupaya menempatkan diri sebagai negara yang terbuka terhadap dialog, namun tetap tegas dalam menjaga kedaulatan nasional. Sikap ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kerja sama dengan Amerika Serikat memiliki batas yang tidak dapat dilanggar.
Baca Juga : Menteri HAM Minta Dugaan Teror Influencer Banjir Dibuktikan
Cek Juga Artikel Dari Platform : cctvjalanan

