Mata Uang GBP Berasal dari Mana? Ini Penjelasannya
Dalam aktivitas ekonomi global, masyarakat umum sudah sangat familiar dengan nama-nama mata uang besar seperti dolar Amerika Serikat, euro, yen Jepang, atau rupiah Indonesia. Namun, ada satu mata uang yang kerap terdengar asing bagi sebagian orang awam, tetapi justru memiliki posisi sangat kuat dalam sistem keuangan dunia, yaitu GBP.
GBP sering muncul dalam konteks investasi, perdagangan internasional, hingga berita ekonomi global. Meski terdengar kurang familiar dibanding dolar AS, mata uang ini justru dikenal sebagai salah satu mata uang tertua dan terkuat yang masih digunakan hingga saat ini. Lalu, sebenarnya mata uang GBP berasal dari mana, dan mengapa nilainya begitu penting dalam sistem keuangan dunia?
Apa Itu GBP?
GBP merupakan singkatan dari Great British Pound, yang lebih dikenal dengan nama pound sterling. Mata uang ini adalah alat pembayaran resmi di Britania Raya atau United Kingdom (UK), yang mencakup Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.
Dalam standar internasional ISO 4217, pound sterling menggunakan kode GBP. Kode ini dipakai secara global dalam transaksi keuangan, perbankan, dan pasar valuta asing (forex). Di pasar internasional, GBP kerap disejajarkan dengan mata uang besar lain seperti dolar Amerika Serikat (USD), euro (EUR), dan yen Jepang (JPY).
Keunikan GBP terletak pada statusnya sebagai mata uang tertua di dunia yang masih digunakan secara aktif. Hal ini menjadikan pound sterling memiliki nilai historis, simbolik, dan ekonomi yang sangat kuat.
Negara Asal Mata Uang GBP
Mata uang GBP berasal dari Inggris, bagian utama dari Britania Raya. Pengelolaan dan kebijakan moneter pound sterling berada di bawah kewenangan Bank of England, yang merupakan bank sentral tertua kedua di dunia setelah Sveriges Riksbank (Swedia).
Bank of England bertanggung jawab dalam:
- Menentukan suku bunga acuan
- Mengendalikan inflasi
- Menjaga stabilitas nilai pound sterling
- Mencetak dan mengedarkan uang kertas GBP
Keputusan-keputusan Bank of England sangat berpengaruh terhadap pergerakan nilai GBP di pasar internasional. Oleh karena itu, setiap pengumuman kebijakan moneter dari bank sentral ini selalu menjadi perhatian investor global.
Sejarah Panjang Pound Sterling
Sejarah pound sterling dapat ditelusuri hingga lebih dari 1.200 tahun lalu. Akar mata uang ini berasal dari sistem moneter Eropa pada abad ke-8, ketika satu pound perak digunakan sebagai satuan nilai.
Standarisasi pound mulai terbentuk kuat di Inggris pada masa pemerintahan Anglo-Saxon. Seiring berjalannya waktu, pound berkembang menjadi simbol kekuatan ekonomi dan politik Inggris, terutama saat negara tersebut berada di puncak kejayaannya sebagai kekuatan kolonial global.
Pada tahun 1707, setelah terbentuknya Kerajaan Britania Raya melalui penyatuan Inggris dan Skotlandia, pound sterling resmi menjadi mata uang tunggal di wilayah tersebut. Sejak saat itu, GBP terus berkembang dan menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional.
GBP dan Standar Emas
Pada abad ke-19, Inggris menjadi salah satu negara pertama yang mengadopsi standar emas. Dalam sistem ini, nilai pound sterling ditautkan langsung dengan cadangan emas. Langkah tersebut memperkuat kepercayaan dunia terhadap GBP dan menjadikannya mata uang internasional utama pada masa itu.
Namun, standar emas akhirnya ditinggalkan akibat tekanan ekonomi global, terutama setelah Perang Dunia dan krisis ekonomi besar. Pada tahun 1971, Inggris sepenuhnya melepas sistem nilai tetap dan membiarkan pound sterling bergerak bebas mengikuti mekanisme pasar.
Meski tidak lagi berbasis emas, kepercayaan global terhadap GBP tetap terjaga berkat stabilitas ekonomi Inggris dan peran pentingnya dalam sistem keuangan internasional.
Dampak Brexit terhadap Nilai GBP
Salah satu momen paling bergejolak dalam sejarah modern GBP terjadi pada tahun 2016, ketika Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa melalui referendum Brexit. Keputusan ini menimbulkan ketidakpastian besar terhadap hubungan dagang, regulasi, dan ekonomi Inggris.
Akibatnya, nilai pound sterling sempat mengalami penurunan tajam di pasar global. Namun, seiring waktu, GBP perlahan menunjukkan pemulihan dan tetap mempertahankan posisinya sebagai mata uang utama dunia.
Brexit menjadi bukti bahwa meskipun GBP dapat mengalami fluktuasi, fondasi ekonominya tetap cukup kuat untuk bertahan dalam jangka panjang.
Peran GBP di Pasar Keuangan Global
Dalam dunia investasi dan perdagangan valuta asing, GBP memiliki peran yang sangat penting. Salah satu pasangan mata uang paling terkenal adalah GBP/USD, yang dikenal dengan julukan The Cable. Pasangan ini menjadi favorit para trader karena:
- Likuiditas tinggi
- Pergerakan harga yang dinamis
- Volume transaksi besar
Selain GBP/USD, pasangan seperti GBP/EUR dan GBP/JPY juga sering diperdagangkan. Pergerakan GBP sering mencerminkan kondisi ekonomi Inggris serta sentimen pasar global terhadap Eropa dan Amerika.
Bagi investor institusi maupun ritel, GBP dianggap sebagai mata uang yang menarik karena stabilitasnya, sekaligus menawarkan peluang keuntungan dari volatilitasnya.
Mengapa GBP Termasuk Mata Uang Terkuat di Dunia?
Ada beberapa faktor utama yang membuat GBP tetap menjadi salah satu mata uang terkuat di dunia:
- Sejarah panjang dan kepercayaan global
- Stabilitas sistem keuangan Inggris
- Peran Bank of England yang kredibel
- Likuiditas tinggi di pasar global
- Inggris sebagai pusat keuangan dunia, khususnya London
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat pound sterling tetap relevan dan dihormati dalam sistem moneter internasional, meskipun dunia terus mengalami perubahan ekonomi dan geopolitik.
Kesimpulan
Mata uang GBP berasal dari Britania Raya, khususnya Inggris, dan dikenal sebagai pound sterling. Meski namanya terdengar asing bagi sebagian masyarakat, GBP justru merupakan salah satu mata uang tertua, terkuat, dan paling berpengaruh di dunia.
Dengan sejarah lebih dari satu milenium, peran penting dalam perdagangan global, serta dukungan sistem keuangan yang solid, GBP tetap menjadi simbol stabilitas dan kekuatan ekonomi. Tidak heran jika mata uang ini terus menjadi perhatian investor, pelaku pasar, dan pengamat ekonomi di seluruh dunia.
Baca juga : Profil Ruben Amorim, Pelatih yang Dipecat Manchester United
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritapembangunan

