beritabandar.com Dua Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) resmi dilantik dalam suasana khidmat di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). PK IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dan PK IMM Muhammad Abduh periode 2026–2027 mengawali kepemimpinan baru dengan semangat kolaborasi dan penguatan gerakan kader.
Pelantikan yang digelar di Auditorium Djazman UMS tersebut mengusung tema “Merawat Gerakan, Menata Ikatan: Kolaborasi Simpul IMM dalam Meneguhkan Gerakan yang Berkeadaban”. Tema ini menjadi refleksi arah gerakan IMM ke depan yang tidak hanya fokus pada aktivitas organisasi, tetapi juga pada kualitas moral dan intelektual kader.
Momentum ini menandai estafet kepemimpinan di dua komisariat yang memiliki peran strategis dalam pembinaan kader IMM di lingkungan kampus.
Estafet Kepemimpinan di Dua Komisariat
Immawan Nashiruddin Amin resmi didapuk sebagai Ketua Umum PK IMM Shabran, menggantikan kepemimpinan sebelumnya. Sementara itu, Immawan Handito Putro dipercaya memimpin PK IMM Muhammad Abduh untuk periode yang sama.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi yang sehat. IMM sebagai organisasi kader mengedepankan regenerasi sebagai fondasi keberlanjutan gerakan.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa semangat segar sekaligus menjaga kesinambungan program kerja yang telah dirintis sebelumnya.
Kolaborasi Simpul sebagai Arah Gerakan
Tema pelantikan menekankan pentingnya kolaborasi antar simpul gerakan IMM. Istilah “simpul” merujuk pada jejaring kader dan komisariat yang saling terhubung dalam satu visi perjuangan.
Kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman. Gerakan mahasiswa tidak lagi bisa berjalan secara terpisah, melainkan membutuhkan sinergi lintas komisariat dan lintas bidang.
Melalui kolaborasi, potensi kader dapat dioptimalkan. Program yang dijalankan pun diharapkan lebih berdampak luas bagi kampus maupun masyarakat.
Meneguhkan Gerakan yang Berkeadaban
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Faozan Syifaur mengajak seluruh kader menjadikan semboyan IMM sebagai ruh pergerakan. Semboyan “Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual” menjadi pengingat bahwa aktivisme mahasiswa harus dibangun di atas etika dan kecerdasan.
Gerakan yang berkeadaban berarti mengedepankan dialog, argumentasi ilmiah, serta sikap santun dalam menyampaikan aspirasi. IMM diharapkan tetap kritis, namun tetap menjaga nilai-nilai moral.
Pendekatan tersebut menjadi ciri khas organisasi yang berakar pada nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Peran IMM dalam Lingkungan Kampus
IMM memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa. Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga ruang pengembangan kepemimpinan.
Kader IMM didorong aktif dalam kegiatan akademik maupun sosial. Penguatan intelektual dilakukan melalui kajian, pelatihan, dan forum ilmiah.
Di sisi lain, penguatan moral menjadi pondasi dalam setiap aktivitas. Kombinasi dua aspek ini diharapkan melahirkan generasi mahasiswa yang berintegritas.
Tantangan Organisasi Mahasiswa di Era Modern
Era digital membawa tantangan tersendiri bagi organisasi mahasiswa. Arus informasi yang cepat menuntut kader memiliki kemampuan berpikir kritis dan literasi yang kuat.
Selain itu, dinamika sosial dan politik memerlukan respons yang bijak dari mahasiswa. IMM dituntut mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar kritik.
Kepemimpinan baru di kedua komisariat ini diharapkan adaptif terhadap perubahan. Inovasi program kerja menjadi salah satu agenda yang perlu diperkuat.
Semangat Regenerasi dan Kebersamaan
Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi simbol komitmen bersama. Regenerasi menjadi tanda bahwa organisasi terus bergerak dan berkembang.
Kader lama dan baru diharapkan tetap menjalin komunikasi yang harmonis. Pengalaman generasi sebelumnya dapat menjadi referensi dalam merancang langkah strategis ke depan.
Semangat kebersamaan menjadi pondasi agar gerakan IMM tetap solid dan progresif.
Harapan untuk Periode Baru
Kepengurusan periode 2026–2027 membawa harapan baru bagi IMM Shabran dan IMM Abduh. Program kerja yang terencana, kolaborasi yang kuat, serta komitmen pada nilai dasar organisasi menjadi fokus utama.
Kader diharapkan mampu memperluas jejaring dan meningkatkan kontribusi nyata bagi kampus serta masyarakat sekitar.
Dengan mengusung semangat kolaborasi simpul, kedua komisariat ini bertekad meneguhkan gerakan yang tidak hanya aktif, tetapi juga berkeadaban.
Kesimpulan
Pelantikan PK IMM Shabran dan PK IMM Muhammad Abduh di UMS menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi. Dengan kepemimpinan baru dan tema kolaboratif, IMM berupaya merawat gerakan sekaligus menata ikatan antar kader.
Semboyan “Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual” menjadi pijakan utama dalam setiap langkah. Melalui semangat regenerasi dan sinergi, IMM diharapkan terus menjadi motor penggerak mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform ketapangnews.web.id
