beritabandar.com Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di Provinsi Gorontalo kembali menjadi perhatian serius antara legislatif dan eksekutif. Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan pertemuan dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail guna menyampaikan hasil kunjungan kerja ke pemerintah pusat. Pertemuan ini mencerminkan keseriusan daerah dalam memastikan program pembangunan strategis berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang pelaporan, tetapi juga ruang evaluasi bersama untuk melihat hambatan yang selama ini menghambat realisasi proyek infrastruktur. Fokus utama pembahasan diarahkan pada kesiapan Gorontalo dalam menyambut agenda nasional sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.
Infrastruktur Menjadi Kunci Daya Saing Daerah
Pembangunan infrastruktur dinilai sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan, jembatan, serta sarana pendukung lainnya memiliki peran besar dalam memperlancar distribusi barang, mobilitas masyarakat, dan akses layanan publik.
Komisi III DPRD menilai bahwa percepatan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan anggaran daerah. Sinergi dengan pemerintah pusat menjadi langkah strategis agar kebutuhan pembangunan dapat terpenuhi secara optimal.
Hasil Kunjungan Kerja ke Kementerian PUPR
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Espin Tulie menyampaikan bahwa sejumlah usulan pembangunan jalan strategis telah diterima oleh Direktorat Preservasi Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR.
Ruas-ruas jalan yang diusulkan dinilai memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah. Infrastruktur tersebut juga menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran agenda nasional yang akan berlangsung di Gorontalo.
Skema Inpres Jalan Desa Jadi Andalan
Salah satu skema yang didorong adalah Inpres Jalan Desa. Program ini dipandang mampu mempercepat peningkatan kualitas jalan di wilayah pedesaan yang selama ini masih terbatas aksesnya.
Namun demikian, realisasi program tersebut sangat bergantung pada kesiapan teknis pemerintah daerah. Mulai dari desain perencanaan, kesiapan lahan, hasil survei teknis, hingga kelengkapan dokumen administrasi harus dipastikan terpenuhi.
Administrasi Jadi Tantangan Utama
Komisi III menilai bahwa banyak program pusat yang belum maksimal terserap bukan karena keterbatasan anggaran, melainkan lemahnya kesiapan administrasi di tingkat daerah.
Dokumen teknis yang belum lengkap kerap menjadi penghambat proses persetujuan dan pencairan dana. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah agar setiap persyaratan dapat disiapkan lebih awal.
Koordinasi dengan BNPB Bahas Rehab Rekon
Selain Kementerian PUPR, hasil pertemuan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga menjadi sorotan penting. Sejumlah paket pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang diusulkan pemerintah provinsi masih terkendala kelengkapan administrasi.
BNPB menekankan pentingnya komunikasi intensif antara BPBD, Dinas PUPR, dan pemerintah pusat agar proses pencairan dana dapat berjalan sesuai mekanisme.
Dukungan Dana dan Bantuan Peralatan
Dalam pembahasan tersebut, BNPB memastikan dukungan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi akan dialokasikan untuk beberapa wilayah di Gorontalo. Dukungan tersebut disertai catatan penting terkait kesiapan daerah dalam menyediakan dana pendamping.
Selain dana pembangunan, bantuan peralatan seperti kendaraan rescue dan kendaraan operasional juga direncanakan untuk memperkuat kapasitas penanganan kebencanaan di tingkat daerah.
Gubernur Dorong Sikap Proaktif OPD
Menanggapi berbagai catatan tersebut, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan pentingnya perubahan pola kerja di lingkungan pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah tidak boleh bersikap pasif menunggu bantuan pusat.
Setiap peluang harus dijemput dengan kesiapan yang matang agar daerah tidak tertinggal dalam persaingan mendapatkan program nasional.
Penataan Ulang Perencanaan Jadi Prioritas
Gubernur meminta seluruh organisasi perangkat daerah untuk menata ulang perencanaan program pembangunan. Penataan ini mencakup sinkronisasi antara perencanaan daerah dan kebijakan pusat.
Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan kendala teknis serta mempercepat proses persetujuan program yang telah diusulkan.
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat
Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur perencana dan teknis, mulai dari Bappeda, Dinas PUPR, BPBD, hingga balai teknis di bawah kementerian. Kehadiran seluruh pihak ini menjadi simbol pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Sinergi tersebut diperlukan agar pembangunan tidak berjalan parsial, melainkan saling terhubung dan berkelanjutan.
Infrastruktur dan Agenda Nasional
Peningkatan infrastruktur juga dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung kesiapan daerah menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional. Akses jalan yang baik, sarana pendukung yang memadai, serta kesiapan mitigasi bencana menjadi faktor krusial.
Dengan dukungan infrastruktur yang kuat, Gorontalo diharapkan mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah yang siap menjadi pusat kegiatan nasional.
DPRD dan Pemerintah Daerah Satu Arah
Komisi III DPRD menegaskan komitmennya untuk terus mengawal percepatan pembangunan. Fungsi pengawasan dan penganggaran akan diarahkan untuk memastikan program berjalan sesuai target.
Kolaborasi antara DPRD dan pemerintah provinsi diharapkan mampu menciptakan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Harapan bagi Pembangunan Gorontalo
Melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat dan penguatan koordinasi internal, percepatan pembangunan infrastruktur di Gorontalo diharapkan tidak lagi terhambat oleh persoalan administratif.
Pembangunan yang terencana dengan baik diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas wilayah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Penutup
Pertemuan antara Komisi III DPRD dan Gubernur Gorontalo menjadi gambaran nyata pentingnya kolaborasi dalam pembangunan daerah. Infrastruktur tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga kesiapan perencanaan, ketepatan administrasi, dan keseriusan semua pihak.
Dengan sikap proaktif, koordinasi yang solid, dan komitmen bersama, Gorontalo berpeluang mempercepat pembangunan secara berkelanjutan dan menjadikan infrastruktur sebagai penggerak utama kemajuan daerah.

Cek Juga Artikel Dari Platform otomotifmotorindo.org
