Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di Bandung mendapat sorotan dari DPRD. Proyek ini dinilai harus memiliki kualitas sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan.
Evaluasi menyeluruh diminta agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh
Anggota DPRD menilai proyek BRT perlu dikaji ulang.
Evaluasi penting untuk memastikan kualitas pembangunan.
Langkah ini juga untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Harus Seimbang dengan Anggaran
Proyek ini termasuk program strategis nasional.
Karena itu, standar pengerjaan harus tinggi.
Hasil pembangunan diharapkan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Proyek Sempat Dihentikan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebelumnya menghentikan sementara proyek.
Keputusan ini diambil setelah ditemukan sejumlah catatan teknis.
Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki kekurangan.
Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
DPRD mendorong adanya koordinasi lintas instansi.
Pemerintah kota dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia diminta duduk bersama.
Tujuannya menyelesaikan persoalan di lapangan.
Belajar dari Proyek Sebelumnya
DPRD mengingatkan agar tidak mengulang kesalahan lama.
Contohnya keterlambatan proyek flyover Nurtanio.
Pengawasan ketat dianggap sangat penting sejak awal.
Sosialisasi ke Masyarakat Masih Kurang
Masih banyak warga belum memahami konsep BRT.
Padahal, transportasi ini dirancang sebagai solusi mobilitas.
Sosialisasi perlu diperkuat sebelum proyek berjalan penuh.
Potensi Dampak Lalu Lintas
Jalur BRT akan melewati ruas jalan utama.
Kondisi jalan yang sempit berpotensi menimbulkan kemacetan.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.
Dampak Sosial Juga Diperhatikan
Aktivitas pasar di kawasan tertentu bisa terdampak.
Operasional BRT berpotensi berbenturan dengan aktivitas warga.
Perlu penataan agar tidak menimbulkan konflik sosial.
Komitmen Pemerintah Kota
Pemkot Bandung menegaskan tidak ingin proyek asal jadi.
Kualitas dan keamanan menjadi prioritas utama.
Perencanaan akan disempurnakan sebelum dilanjutkan.
Kesimpulan
Proyek BRT memiliki potensi besar bagi transportasi kota.
Namun, kualitas dan kesiapan harus benar-benar matang.
Dengan evaluasi yang tepat, proyek ini diharapkan memberi manfaat maksimal.
Baca Juga : Bupati Tulungagung Minta Maaf Usai Terjaring OTT
Cek Juga Artikel Dari Platform : pestanada

