Pemerintah Pemerintah Kota Tangerang kembali menghadirkan nuansa berbeda dalam menyambut pergantian tahun. Menjelang detik-detik masuknya tahun 2026, ratusan masyarakat bersama jajaran pemerintah daerah mengikuti muhasabah, zikir, dan salawat bersama di Masjid Raya Al-A’zhom.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan. Melalui lantunan doa dan zikir, Pemkot Tangerang mengajak masyarakat menutup tahun dengan rasa syukur, refleksi diri, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.
Menyambut Tahun Baru dengan Pendekatan Spiritual
Pergantian tahun sering kali identik dengan pesta, hiburan, dan kemeriahan. Namun, Pemkot Tangerang memilih pendekatan yang lebih menenangkan dan bermakna. Doa dan zikir bersama dijadikan sarana untuk mengajak masyarakat berhenti sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas, lalu menengok ke dalam diri.
Dalam sambutannya, Maryono menegaskan bahwa kehadiran masyarakat malam itu bukan sekadar formalitas. “Di penghujung tahun ini, kita hadir bukan hanya dengan raga, tetapi juga dengan hati yang berharap ampunan dan keberkahan,” ujarnya sebelum doa bersama dimulai.
Menurutnya, muhasabah menjadi ruang refleksi yang penting di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang semakin cepat dan kompleks. Dengan cara ini, pergantian tahun tidak hanya dimaknai sebagai perubahan angka kalender, tetapi juga sebagai momen memperbaiki niat dan arah hidup.
Muhasabah sebagai Sarana Evaluasi Diri
Maryono menuturkan, muhasabah bukanlah rutinitas tahunan yang bersifat simbolik semata. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum evaluasi diri, baik secara pribadi maupun kolektif sebagai warga Kota Tangerang.
“Tahun 2025 telah kita lalui dengan berbagai dinamika. Ada capaian yang patut kita syukuri, namun ada pula tantangan yang masih harus kita hadapi bersama,” ungkapnya. Kota Tangerang, lanjut Maryono, terus bertumbuh dengan masyarakat yang semakin beragam dan aktivitas yang semakin padat.
Kondisi tersebut menuntut kerja keras yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga tulus dan berkelanjutan. Melalui muhasabah, masyarakat diajak untuk mengoreksi langkah-langkah yang telah dilalui dan menata kembali tekad untuk tahun yang akan datang.
Kebersamaan sebagai Fondasi Pembangunan Kota
Dalam kesempatan itu, Maryono juga menekankan bahwa pembangunan kota tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Menurutnya, kemajuan Kota Tangerang hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat ikut terlibat, peduli, dan saling menguatkan.
“Pemerintah terus berupaya hadir melalui berbagai program dan layanan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, hingga perhatian pada sektor pendidikan, kesehatan, serta sosial keagamaan,” jelasnya.
Namun ia menyadari, semua upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Doa dan zikir bersama menjadi simbol bahwa pembangunan juga membutuhkan kekuatan spiritual dan kebersamaan sosial, bukan hanya kebijakan dan anggaran.
Masjid Al-A’zhom sebagai Ruang Persatuan
Dipilihnya Masjid Raya Al-A’zhom sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Masjid kebanggaan warga Tangerang ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pertemuan sosial dan simbol persatuan umat.
Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai latar belakang sudah memadati area masjid. Lantunan zikir dan salawat menggema, menciptakan suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan. Banyak jamaah mengaku merasa lebih damai menyambut tahun baru dengan doa dibandingkan dengan perayaan yang hingar-bingar.
Pemkot Tangerang melihat antusiasme ini sebagai tanda meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengisi pergantian tahun dengan kegiatan positif dan bermakna.
Menutup Tahun dengan Hati yang Bersih
Dalam pesannya, Maryono mengajak masyarakat untuk menutup tahun 2025 dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih. Ia berharap, segala kesalahan dan kekurangan di masa lalu dapat dijadikan pelajaran berharga untuk melangkah lebih baik di tahun 2026.
“Mari kita songsong tahun 2026 dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan optimisme. Kita jaga kota ini bukan hanya dengan tenaga dan pikiran, tetapi juga dengan doa serta akhlak yang baik,” tegasnya.
Ajakan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir. Banyak warga menilai bahwa doa bersama memberikan energi positif dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat.
Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Selain sebagai refleksi diri, doa dan zikir bersama juga menjadi wujud solidaritas sosial. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Pemkot Tangerang kerap mengaitkan kegiatan spiritual dengan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Melalui doa bersama, masyarakat diajak untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga mendoakan keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa. Nilai inilah yang ingin terus ditanamkan Pemkot Tangerang dalam kehidupan bermasyarakat.
Harapan untuk Kota Tangerang di 2026
Menyongsong tahun 2026, Maryono berharap pembangunan Kota Tangerang semakin berkualitas dan merata. Ia ingin kota ini menjadi tempat yang aman, tertib, nyaman, serta ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lebih dari itu, ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam doa dan zikir bersama dapat terus hidup dalam keseharian warga. Dengan kebersamaan, tantangan seberat apa pun diyakini dapat dihadapi secara lebih kuat dan bijaksana.
Menjadikan Doa sebagai Kekuatan Bersama
Kegiatan doa dan zikir bersama ini menegaskan bahwa Pemkot Tangerang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan nilai dan karakter masyarakat. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, ruang-ruang spiritual seperti ini menjadi penting untuk menjaga keseimbangan.
Pergantian tahun 2026 pun diharapkan menjadi titik awal baru bagi Kota Tangerang—awal yang ditandai dengan niat baik, kebersamaan, dan doa yang tulus. Dengan landasan tersebut, masyarakat optimistis menatap masa depan kota yang lebih maju, harmonis, dan berkeadaban.
Baca Juga : Sambut 2026 dengan Muhasabah dan Selawat Akbar di Tangerang
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : georgegordonfirstnation

