beritabandar.com Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baiturrahim saat ribuan jamaah melaksanakan salat tarawih dan witir perdana. Di tengah momen tersebut, Gusnar Ismail hadir dan menyampaikan pesan reflektif kepada masyarakat Gorontalo agar memaknai Ramadan dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.
Dalam sambutannya, Gusnar mengajak jamaah untuk berhenti sejenak dari rutinitas harian dan merenungkan makna kehadiran bulan suci. Menurutnya, kesempatan kembali bertemu Ramadan adalah anugerah yang tidak semua orang dapatkan.
Ia menekankan pentingnya rasa syukur karena masih diberi kesehatan dan waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah. Ramadan, menurutnya, bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum pembenahan diri secara spiritual dan sosial.
Mengajak Merenung dan Bersyukur
Gusnar menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk introspeksi. Ia mengingatkan jamaah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya sekali dalam setahun.
Refleksi diri menjadi langkah awal untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat silaturahmi antar sesama. Ia juga menyinggung bahwa tidak semua keluarga, saudara, maupun teman dapat merasakan kembali suasana Ramadan.
Pesan tersebut disampaikan dengan nada penuh harap agar masyarakat menjalani bulan suci dengan hati yang lapang dan niat yang tulus.
Perbanyak Ibadah dan Hindari Perdebatan Sia-Sia
Dalam kesempatan itu, Gusnar mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan ceria dan semangat. Ia mendorong umat Muslim untuk memperbanyak ibadah wajib maupun sunnah.
Menurutnya, Ramadan adalah kesempatan emas untuk fokus pada peningkatan kualitas spiritual. Perdebatan yang tidak bermanfaat sebaiknya dihindari agar energi dapat diarahkan pada hal-hal positif.
Semangat kebersamaan dan saling menghormati menjadi nilai penting yang perlu dijaga sepanjang bulan suci.
Kabar Gembira Pembangunan Bandara Djalaluddin
Selain pesan spiritual, Gusnar juga menyampaikan kabar menggembirakan terkait pembangunan Bandara Djalaluddin. Bandara tersebut tengah dipersiapkan sebagai calon embarkasi haji bagi wilayah Gorontalo.
Kontrak pembangunan apron atau area pemarkiran pesawat telah disiapkan dengan anggaran sekitar Rp45 miliar. Pembangunan ini diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan embarkasi haji di daerah.
Menurut Gusnar, kehadiran embarkasi haji akan memberikan kemudahan bagi calon jamaah. Selain efisiensi waktu dan biaya, fasilitas ini juga meningkatkan layanan keberangkatan ibadah haji dari Gorontalo.
Harapan untuk Masa Depan Gorontalo
Gusnar menyebut proyek tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur daerah. Ia optimistis bahwa pembangunan ini akan berdampak luas, tidak hanya bagi jamaah haji tetapi juga bagi sektor ekonomi.
Bandara yang berkembang dapat membuka peluang investasi dan meningkatkan mobilitas masyarakat. Infrastruktur yang memadai menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan wilayah.
Dalam konteks Ramadan, kabar ini dianggap sebagai wujud syukur sekaligus harapan bagi kemajuan Gorontalo di masa mendatang.
Kehadiran Pejabat dan Tokoh Agama
Tarawih perdana tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh agama. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah dan unsur keagamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Setelah salat, Gusnar menyempatkan diri bersalaman dan bercengkerama dengan jamaah. Interaksi tersebut mencerminkan kedekatan pemimpin dengan masyarakat.
Momen kebersamaan ini memperkuat suasana kekeluargaan yang menjadi ciri khas Ramadan.
Ramadan sebagai Momentum Persatuan
Gusnar menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah individual, tetapi juga momentum mempererat persatuan. Nilai kebersamaan harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap masyarakat Gorontalo dapat memanfaatkan bulan suci untuk meningkatkan solidaritas sosial. Kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam memaknai Ramadan.
Dengan semangat tersebut, bulan suci diharapkan membawa kedamaian dan kemajuan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kesimpulan
Tarawih perdana di Masjid Baiturrahim menjadi momen reflektif sekaligus penuh harapan. Gusnar Ismail mengajak masyarakat memaknai Ramadan dengan rasa syukur, memperbanyak ibadah, dan menjauhi perdebatan yang tidak produktif.
Kabar pembangunan Bandara Djalaluddin sebagai calon embarkasi haji menambah optimisme akan masa depan Gorontalo. Di tengah suasana khidmat Ramadan, pesan spiritual dan visi pembangunan berjalan beriringan.
Melalui momentum ini, masyarakat diajak memperkuat iman sekaligus membangun daerah dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata.

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web.id
