Menpora Lepas Kontingen Indonesia ke ASEAN Para Games
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir secara resmi melepas kontingen Indonesia untuk berlaga di ASEAN Para Games Thailand.
Sebanyak 290 atlet nasional diberangkatkan untuk berkompetisi pada edisi ke-13 ASEAN Para Games. Acara pengukuhan dan pelepasan berlangsung di Balai Kota Solo, Jawa Tengah.
Momen ini menjadi penanda dimulainya perjuangan atlet difabel Indonesia di ajang olahraga tertinggi kawasan Asia Tenggara.
Target Tiga Besar dengan 82 Medali Emas
Dalam sambutannya, Erick Thohir menegaskan target yang dicanangkan pemerintah. Indonesia dibidik finis minimal di posisi tiga besar klasemen akhir dengan raihan 82 medali emas.
Menurut Erick, target tersebut disusun dengan mempertimbangkan berbagai keterbatasan yang ada, termasuk jumlah atlet dan cabang yang dipertandingkan.
“Dengan segala limitasi yang ada, target masih 82 emas,” ujar Erick. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan kontingen.
Apresiasi untuk NPC dan Tim Pendukung
Erick Thohir secara khusus menyampaikan penghargaan kepada National Paralympic Committee Indonesia atau NPC Indonesia.
Ia juga mengapresiasi peran Chef de Mission (CdM), manajer atlet, serta seluruh tim pendukung yang bekerja di balik layar. Menurut Erick, keberhasilan atlet tidak lepas dari kerja kolektif yang solid.
Persiapan panjang dan disiplin latihan dinilai sebagai fondasi utama dalam menghadapi persaingan regional.
Olahraga Difabel sebagai Duta Bangsa
Menpora menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana diplomasi dan kebanggaan nasional. Atlet difabel disebut sebagai duta bangsa yang mencerminkan ketangguhan Indonesia.
Erick mengingatkan bahwa prestasi atlet paralimpik Indonesia selama ini sangat membanggakan. Dalam beberapa edisi sebelumnya, Indonesia kerap finis di peringkat pertama atau kedua.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa olahraga difabel Indonesia memiliki kualitas dan daya saing tinggi.
Tantangan Berat dari Thailand dan Vietnam
Meski optimistis, Erick tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi. Ia menyebut Thailand sebagai tuan rumah memiliki keuntungan tersendiri.
Selain Thailand, Vietnam juga disebut sebagai pesaing kuat yang konsisten menunjukkan peningkatan prestasi.
Namun Erick menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh gentar menghadapi tekanan tuan rumah dan rival regional.
Pesan Mental Juara kepada Atlet
Dalam pesannya kepada para atlet, Erick Thohir menekankan pentingnya mental bertanding. Ia meminta para atlet tampil percaya diri dan fokus pada kemampuan sendiri.
“Saya yakin dengan jerih payah dan latihan serius yang kalian lakukan, kita pasti bisa,” ujar Erick.
Ia juga menegaskan bahwa target minimal tiga besar harus menjadi motivasi, bukan beban yang melemahkan mental atlet.
Keyakinan pada Proses dan Kerja Keras
Erick menilai proses persiapan yang dijalani para atlet sudah berada di jalur yang benar. Program latihan yang terstruktur dan dukungan pemerintah menjadi modal penting.
Ia percaya bahwa kerja keras yang konsisten akan menghasilkan prestasi maksimal. Bagi Erick, hasil akhir adalah buah dari disiplin dan komitmen jangka panjang.
Pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan olahraga nasional yang berkelanjutan.
Komitmen NPC Indonesia
Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun turut menyampaikan kesiapan kontingen. Ia mengonfirmasi bahwa 290 atlet telah dipersiapkan untuk berlaga di berbagai cabang olahraga.
Senny menegaskan komitmen NPC Indonesia untuk berjuang maksimal sesuai target yang ditetapkan pemerintah.
“Target 82 emas, nanti biar Tuhan yang menentukan, yang penting kami sudah berusaha maksimal,” ujar Senny.
Makna Penting ASEAN Para Games
ASEAN Para Games bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga simbol inklusivitas dan kesetaraan. Ajang ini memberi ruang bagi atlet difabel untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Bagi Indonesia, keikutsertaan di ASEAN Para Games menjadi bagian dari komitmen negara dalam mendukung olahraga difabel.
Prestasi di ajang ini juga menjadi tolok ukur perkembangan pembinaan atlet paralimpik nasional.
Harapan Publik terhadap Kontingen Indonesia
Publik Indonesia menaruh harapan besar kepada para atlet yang berlaga di Thailand. Prestasi gemilang diharapkan dapat kembali mengharumkan nama bangsa.
Dukungan moral dari masyarakat dinilai sangat penting bagi para atlet. Erick berharap seluruh rakyat Indonesia mendoakan dan mendukung perjuangan kontingen nasional.
Solidaritas nasional menjadi kekuatan tambahan bagi atlet di arena pertandingan.
Menuju Prestasi Gemilang di Thailand
Pelepasan kontingen di Solo menandai awal perjalanan panjang menuju ASEAN Para Games Thailand. Setiap atlet membawa harapan dan semangat juang Merah Putih.
Dengan target tiga besar dan 82 emas, Indonesia memasuki ajang ini dengan ambisi realistis namun penuh keyakinan.
Semua pihak berharap persiapan matang dapat terbayar dengan prestasi membanggakan.
Penutup
Menpora Erick Thohir menegaskan optimisme Indonesia menjelang ASEAN Para Games Thailand. Target finis tiga besar dengan 82 medali emas menjadi simbol kepercayaan terhadap kemampuan atlet difabel Tanah Air.
Dengan dukungan NPC Indonesia, tim pelatih, dan pemerintah, kontingen Indonesia diharapkan mampu bersaing di tengah tantangan berat dari tuan rumah dan rival regional. ASEAN Para Games Thailand pun menjadi panggung penting untuk kembali menegaskan kekuatan olahraga difabel Indonesia di Asia Tenggara.
Baca Juga : Taman Ayodya–Langsat Direvitalisasi Jadi Taman Bendera Pusaka
Cek Juga Artikel Dari Platform : capoeiravadiacao

