Kota Tangerang kian mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata urban unggulan di kawasan Jabodetabek. Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Tangerang mencatat 13.825.560 kunjungan wisatawan, angka yang menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini bukan hanya soal statistik, melainkan cerminan transformasi wajah kota yang semakin ramah wisata, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan pola liburan masyarakat perkotaan.
Lonjakan kunjungan ini menandai babak baru pariwisata Kota Tangerang—yang tidak lagi sekadar kota penyangga ibu kota, tetapi juga tujuan wisata urban dengan ragam atraksi yang relevan bagi warga lokal, wisatawan domestik, hingga mancanegara.
Lonjakan Dua Juta Kunjungan dalam Setahun
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menyebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 meningkat sekitar dua juta kunjungan dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan tren positif yang konsisten, seiring dengan geliat sektor pariwisata dan perhotelan di wilayah perkotaan.
Menurut Boyke, lonjakan tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Ada beberapa faktor kunci yang berkontribusi, mulai dari pengembangan kawasan aeropolis, optimalisasi ruang publik, hingga daya tarik wisata belanja yang kian menguat.
“Kami melihat adanya lonjakan jumlah wisatawan secara luar biasa. Ada lebih dari 10 juta kunjungan di semua objek wisata, ditambah ratusan ribu tamu hotel mancanegara dan lebih dari satu juta tamu hotel domestik hingga November 2025,” ujarnya.
Aeropolis Soekarno-Hatta Jadi Magnet Wisata
Salah satu pendorong utama meningkatnya kunjungan wisata adalah pengembangan kawasan aeropolis di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai penunjang aktivitas penerbangan, tetapi juga berkembang menjadi pusat bisnis, perhotelan, dan wisata urban.
Keberadaan hotel-hotel internasional, pusat kuliner, dan akses transportasi yang terintegrasi membuat Tangerang menjadi destinasi transit yang nyaman. Banyak wisatawan mancanegara yang awalnya hanya singgah, kini memilih menghabiskan waktu lebih lama untuk menikmati suasana kota.
Fenomena ini memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai gerbang pariwisata Banten dan Jabodetabek, terutama bagi wisatawan internasional yang baru tiba di Indonesia.
Wisata Urban dan Ruang Publik Jadi Favorit
Data Disbudpar menunjukkan bahwa wisata urban masih menjadi primadona. Ruang publik gratis dan pusat perbelanjaan mendominasi pilihan wisatawan, mencerminkan perubahan preferensi masyarakat yang kini lebih menyukai destinasi praktis, mudah dijangkau, dan ramah keluarga.
Beberapa destinasi yang mencatat kunjungan tertinggi sepanjang 2025 antara lain:
- Taman Gajah Tunggal dengan 286.942 pengunjung
- Cisadane Walk yang mencapai 299.517 pengunjung
- Tangcity Mall dengan angka fantastis 8.748.739 pengunjung
Pusat perbelanjaan tidak lagi hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga ruang rekreasi, hiburan, dan interaksi sosial. Event tematik, festival kuliner, hingga pertunjukan musik yang rutin digelar turut meningkatkan daya tariknya.
Hotel dan Wisatawan Mancanegara Ikut Terdongkrak
Selain kunjungan ke objek wisata, sektor perhotelan juga menunjukkan kinerja impresif. Hingga November 2025, tercatat 286 ribu tamu hotel mancanegara dari berbagai negara, serta 1,3 juta tamu hotel domestik.
Kondisi ini menandakan bahwa Kota Tangerang bukan hanya ramai dikunjungi untuk perjalanan singkat, tetapi juga menjadi tujuan menginap yang kompetitif. Faktor harga yang relatif terjangkau, akses mudah, serta kedekatan dengan bandara menjadi keunggulan utama.
Bagi wisatawan bisnis maupun leisure, Tangerang menawarkan alternatif menginap strategis tanpa harus masuk ke pusat kemacetan Jakarta.
Strategi Pemkot: Pariwisata Inklusif dan Berkelanjutan
Pemerintah Kota Tangerang menilai capaian 13,8 juta kunjungan sebagai hasil dari strategi pariwisata inklusif. Tidak hanya membangun destinasi baru, tetapi juga mengoptimalkan potensi yang sudah ada, seperti taman kota, sungai, dan ruang publik.
Pengembangan wisata diarahkan agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sektor transportasi, hingga industri kreatif. Dengan demikian, pariwisata tidak hanya menjadi mesin kunjungan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal.
Pemkot juga menekankan pentingnya keberlanjutan. Penataan ruang publik, pengelolaan kebersihan, serta penyelenggaraan event ramah lingkungan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas destinasi di tengah lonjakan pengunjung.
Tantangan di Tengah Lonjakan Wisatawan
Meski mencatat kinerja gemilang, lonjakan wisatawan juga membawa tantangan. Kepadatan di pusat perbelanjaan dan taman kota menuntut pengelolaan lalu lintas, keamanan, dan kebersihan yang lebih optimal.
Selain itu, Kota Tangerang perlu terus berinovasi agar tidak hanya bergantung pada wisata belanja. Diversifikasi atraksi—seperti wisata budaya, sejarah lokal, dan ekowisata perkotaan—dinilai penting untuk menjaga daya saing jangka panjang.
Disbudpar menyadari bahwa tren wisata sangat dinamis. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga relevansi destinasi.
Target Ambisius 2026: Tembus 14 Juta Kunjungan
Melihat tren positif sepanjang 2025, Pemkot Tangerang optimistis menatap tahun berikutnya. Target lebih dari 14 juta kunjungan wisatawan pada 2026 dipasang sebagai sasaran realistis, seiring rencana pengembangan destinasi baru dan peningkatan kualitas layanan.
Dengan dukungan infrastruktur, posisi strategis dekat bandara, serta karakter kota yang terbuka dan dinamis, Tangerang dinilai memiliki modal kuat untuk melampaui target tersebut.
Kota Transit Bertransformasi Jadi Kota Tujuan
Capaian 13,8 juta kunjungan wisatawan menandai transformasi penting: Kota Tangerang bukan lagi sekadar kota transit, melainkan kota tujuan dengan identitas wisata urban yang kuat. Pusat perbelanjaan, taman tematik, dan kawasan aeropolis telah menjelma menjadi magnet utama.
Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kunjungan dan kualitas hidup warga. Jika dikelola dengan tepat, pariwisata Kota Tangerang berpotensi menjadi contoh sukses pengembangan wisata urban berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga : SMP Islam Kamila Insan Cita Cetak Pemimpin Muda Tangguh
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : festajunina

