beritabandar.com Pemerintah Provinsi Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar. Program ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak usia sekolah. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, kembali turun langsung ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan program tersebut di wilayah Kabupaten Pohuwato.
Kunjungan lapangan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Peninjauan langsung juga menjadi sarana untuk menyerap masukan dari sekolah dan siswa sebagai penerima manfaat.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pengawasan
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur didampingi oleh jajaran terkait dari berbagai instansi. Hadir perwakilan dinas pangan, dinas kesehatan, badan pengawas obat dan makanan, serta tim satuan tugas MBG. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting agar pengawasan berjalan menyeluruh.
Setiap pihak memiliki peran masing-masing. Dinas pangan memastikan ketersediaan bahan baku yang layak. Dinas kesehatan mengawal aspek gizi dan keamanan pangan. BPOM memastikan tidak ada bahan berbahaya dalam proses pengolahan. Sementara tim satgas bertugas mengoordinasikan pelaksanaan di lapangan. Dengan sinergi ini, pemerintah berharap kualitas program tetap terjaga.
Menu Disusun Sesuai Standar Gizi
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa menu MBG yang disajikan kepada siswa dinilai sudah memenuhi standar gizi. Makanan yang diberikan terdiri dari sumber protein, sayuran, dan buah. Kombinasi menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian siswa.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa menu MBG disusun oleh tenaga ahli gizi dengan perhitungan kalori yang tepat. Setiap porsi disesuaikan dengan kebutuhan anak usia sekolah agar mendukung aktivitas belajar dan pertumbuhan fisik. Pemerintah menekankan bahwa kualitas gizi menjadi prioritas utama dalam program ini.
Variasi Menu Jadi Perhatian
Dalam dialog dengan siswa, muncul masukan terkait variasi menu. Beberapa siswa mengaku merasa bosan dengan menu berbahan ikan karena di wilayah Pohuwato ikan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa variasi menu akan terus dikembangkan.
Ia menegaskan bahwa masukan dari siswa menjadi bahan evaluasi penting. Meski ikan merupakan sumber protein yang baik dan mudah diakses, pemerintah tetap berupaya menghadirkan variasi agar siswa tidak jenuh. Dengan variasi menu yang seimbang, diharapkan kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa mengurangi minat siswa terhadap makanan yang disajikan.
Edukasi Gizi Sejak Usia Sekolah
Lebih dari sekadar pembagian makanan, MBG juga diposisikan sebagai sarana edukasi gizi. Wakil Gubernur menekankan pentingnya pemahaman siswa tentang pola makan sehat. Anak-anak perlu mengetahui mengapa mereka harus mengonsumsi makanan tertentu dan bagaimana dampaknya bagi tubuh.
Edukasi gizi dinilai penting untuk membentuk kebiasaan sehat jangka panjang. Dengan pemahaman yang baik, siswa diharapkan mampu memilih makanan yang bergizi tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dorongan Membawa Tumbler sebagai Kebiasaan Baik
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga mendorong siswa untuk membawa tumbler atau botol minum sendiri. Ajakan ini bukan tanpa alasan. Membawa tumbler dinilai sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan dan lingkungan.
Dengan tumbler, siswa diharapkan lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan harian. Selain itu, kebiasaan ini dapat mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai. Pemerintah ingin menanamkan kesadaran ramah lingkungan sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang mudah diterapkan.
MBG dan Pembentukan Karakter
Program Makan Bergizi Gratis juga diarahkan untuk mendukung pembentukan karakter siswa. Disiplin waktu makan, kebiasaan menjaga kebersihan, serta kesadaran akan pentingnya gizi dan lingkungan menjadi nilai-nilai yang ingin ditanamkan.
Wakil Gubernur menilai bahwa pendidikan karakter tidak hanya terjadi di ruang kelas. Melalui program seperti MBG, siswa belajar tentang tanggung jawab terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar. Nilai-nilai ini diharapkan terbawa hingga dewasa.
Peran Sekolah dalam Menyukseskan Program
Sekolah memiliki peran penting dalam menyukseskan MBG. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan aktif mengawasi pelaksanaan program, sekaligus memberikan edukasi tambahan kepada siswa. Koordinasi antara sekolah dan pemerintah daerah menjadi kunci kelancaran.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan siswa.
Harapan terhadap Dampak Jangka Panjang
Pemerintah berharap MBG dapat memberikan dampak jangka panjang. Peningkatan status gizi siswa diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi belajar dan prestasi akademik. Selain itu, kebiasaan hidup sehat dan ramah lingkungan diharapkan menjadi bagian dari budaya generasi muda.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa program ini akan terus disempurnakan. Masukan dari siswa, sekolah, dan orang tua akan menjadi bahan evaluasi agar MBG semakin efektif dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Peninjauan Wakil Gubernur Gorontalo terhadap Program Makan Bergizi Gratis di Pohuwato menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengawal kualitas gizi siswa. Selain memastikan menu sesuai standar, pemerintah juga mendorong edukasi gizi dan kebiasaan ramah lingkungan melalui ajakan membawa tumbler.
MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga sarana pembentukan kebiasaan sehat dan karakter positif. Dengan pengawasan yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas generasi muda Gorontalo secara berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform hotviralnews.web.id
