Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kembali membantu masyarakat yang terdampak bencana tahun 2025. Bantuan tersebut diwujudkan melalui peresmian hunian sementara atau huntara bagi para karyawan terdampak.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Kegiatan berlangsung di Komplek Perkantoran PT Padang Palma Permai, Kampung Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru.
Sebanyak 66 unit huntara dibangun oleh PT Padang Palma Permai dan PT Sri Kuala. Program ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan kepada para pekerja yang mengalami kesulitan setelah bencana.
Huntara tersebut diharapkan dapat membantu para karyawan mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman. Selain itu, fasilitas ini juga membantu proses pemulihan kehidupan masyarakat sekitar.
Bentuk Kepedulian Perusahaan kepada Karyawan
Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi kepada kedua perusahaan tersebut. Ia menilai bantuan yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat Aceh Tamiang.
Menurutnya, pembangunan huntara bukan hanya tentang bangunan fisik. Bantuan ini juga menjadi simbol kepedulian dan rasa kemanusiaan.
“Kita semua patut bersyukur di tengah masa sulit. Bantuan ini menjadi bentuk harapan, rasa aman, dan empati bagi masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Bencana tahun 2025 lalu memberikan dampak besar bagi banyak keluarga. Sebagian karyawan kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan yang terjadi.
Karena itu, kehadiran huntara menjadi solusi sementara yang sangat membantu. Para pekerja kini memiliki tempat tinggal yang lebih layak selama proses pemulihan berlangsung.
Pemerintah Dorong Kerja Sama Sosial
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mendorong kerja sama dengan pihak swasta. Kolaborasi seperti ini dianggap penting untuk membantu masyarakat secara cepat dan tepat.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha juga memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
PT Padang Palma Permai dan PT Sri Kuala dinilai telah menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan dengan baik. Bantuan yang diberikan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain membantu tempat tinggal sementara, program ini juga memberikan dukungan moral bagi para korban. Kehadiran huntara membuat masyarakat merasa lebih tenang dan diperhatikan.
Pemerintah berharap perusahaan lain dapat mengikuti langkah positif tersebut. Semakin banyak pihak yang peduli, maka proses pemulihan akan berjalan lebih cepat.
Harapan bagi Masyarakat Aceh Tamiang
Masyarakat menyambut baik peresmian huntara tersebut. Banyak warga merasa terbantu karena fasilitas yang disediakan cukup nyaman untuk ditempati.
Lingkungan huntara juga terlihat tertata dengan baik. Kondisi tersebut membuat para penghuni merasa lebih aman saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Bupati Armia Pahmi berharap semangat gotong royong terus tumbuh di Aceh Tamiang. Ia menilai solidaritas masyarakat menjadi kekuatan penting saat menghadapi bencana.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus mendukung program kemanusiaan. Fokus utama saat ini adalah membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal.
Dengan diresmikannya 66 unit huntara ini, masyarakat diharapkan dapat lebih optimis menghadapi masa depan. Bantuan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian sosial di tengah masa pemulihan.

Baca Juga MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Anies Buka Suara
Cek Juga Artikel Dari Platform rumahjurnal.online
