Menjelang wukuf di Arafah, KH Abdullah Kafabihi Machrus menyampaikan pesan penting kepada jamaah haji Indonesia. Ia meminta seluruh jamaah menyiapkan diri dengan baik secara fisik dan spiritual. Wukuf adalah puncak ibadah haji yang sangat menentukan. Karena itu, jamaah harus menjaga kondisi tubuh agar mampu menjalankannya dengan maksimal.
KH Kafabihi menjelaskan bahwa haji bukan hanya perjalanan fisik. Ibadah ini juga menuntut kesabaran, kedisiplinan, dan kekuatan batin. Banyak jamaah terlalu aktif sebelum puncak haji tiba. Mereka sering melakukan kegiatan tambahan yang menguras energi. Padahal, tenaga sangat dibutuhkan saat memasuki fase utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pentingnya Menjaga Kesehatan dan Menghemat Energi
Ia mengingatkan bahwa cuaca di Tanah Suci sangat berat. Suhu panas dan kepadatan jamaah bisa menguras stamina lebih cepat. Karena itu, menjaga kesehatan menjadi bagian penting dari keberhasilan ibadah. Jamaah disarankan cukup istirahat, minum air yang cukup, dan tidak memaksakan diri dalam aktivitas yang tidak wajib.
Menurutnya, menghemat tenaga bukan berarti mengurangi ibadah. Justru itu adalah strategi agar jamaah bisa fokus pada rukun utama. Kondisi tubuh yang prima membantu jamaah lebih khusyuk saat berdoa dan beribadah. Persiapan fisik yang baik juga mengurangi risiko kelelahan berlebihan.
Menjaga Adab Selama di Tanah Suci
Selain menjaga fisik, KH Kafabihi juga menekankan pentingnya adab. Jamaah harus menjaga sikap selama berada di Tanah Suci. Mereka diminta menghindari perdebatan, tidak mudah marah, dan selalu sabar. Dalam kondisi padat, gesekan kecil bisa terjadi kapan saja. Karena itu, pengendalian diri menjadi bagian dari kualitas ibadah.
Ia menilai adab adalah cerminan kesungguhan seseorang dalam berhaji. Menjadi tamu Allah bukan hanya soal menjalankan ritual. Jamaah juga harus menunjukkan akhlak yang baik kepada sesama. Saling membantu, menghormati, dan menjaga ucapan adalah bagian penting dari perjalanan spiritual ini.
Perbanyak Doa dan Fokus pada Tujuan Haji
KH Kafabihi juga mengajak jamaah memperbanyak doa menjelang wukuf. Arafah adalah momen agung yang penuh keutamaan. Saat itulah jamaah memiliki kesempatan besar memohon ampunan. Karena itu, fokus hati harus dijaga. Jamaah sebaiknya mengurangi hal yang tidak penting agar lebih siap secara ruhani.
Ia menekankan pentingnya meluruskan niat. Haji harus dijalani dengan keikhlasan penuh. Jangan sampai perhatian terpecah oleh urusan duniawi. Seluruh energi dan pikiran sebaiknya diarahkan pada ibadah serta pendekatan diri kepada Allah.
Kunci Meraih Haji Mabrur
Bagi jamaah Indonesia, pesan ini sangat relevan. Semangat tinggi harus diimbangi dengan pengelolaan tenaga yang bijak. Menjaga kesehatan adalah bentuk ikhtiar. Menjaga adab adalah bukti kedewasaan spiritual. Keduanya saling melengkapi dalam perjalanan haji.
Menjelang wukuf, jamaah diharapkan lebih disiplin dalam mengatur aktivitas. Gunakan waktu untuk persiapan, ibadah, dan pemulihan fisik. Jangan memaksakan diri pada kegiatan yang tidak mendesak. Fokus utama adalah memastikan rukun haji berjalan sempurna.
Wukuf di Arafah bukan sekadar hadir secara fisik. Momen ini adalah puncak penghambaan seorang muslim. Dengan tubuh yang siap, adab yang terjaga, dan hati yang ikhlas, jamaah memiliki peluang besar meraih haji mabrur. Pesan KH Kafabihi menjadi pengingat bahwa keberhasilan haji lahir dari kesiapan lahir dan batin.

Baca Juga BNI Tetap Buka Layanan Saat Libur Panjang Nasional
Cek Juga Artikel Dari Platform rumahjurnal.online
